Monday, April 8, 2013




Dalam menjalani kehidupan, manusia membutuhkan berbagai jenis dan macam barang-barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Manusia sejak lahir hingga meninggal dunia tidak terlepas dari kebutuhan akan segala sesuatunya. Untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan diperlukan pengorbanan untuk mendapatkannya.
Hakikatnya kerja memanglah untuk mencukupi kebutuhan hidup, manusia mengolah alam atau mengerjakan alam untuk kemudian dapat mereka manfaatkan, contoh gampangnya yaitu bertani, mengolah alam menjadi lahan pertanian yang hasilnya tentu untuk kebutuhan makan. Lebih jauh dari itu. Pekerjaan, ialah kegiatan khas manusia yang merupakan makhluk ganda yang aneh, disatu sisi sebagai makhluk alami sebagaimana binatang yang membutuhkan alam untuk hidup sekaligus disisi lain manusia dihadapkan dengan alam sebagai sesuatu yang asing~alam harus diolah dulu, lebih dari itu harus menyesuaikan alam dengan kebutuhan-kebutuhannya.
Manusia pada umumnya adalah makhluk sosial yang tidak mungkin bisa hidup senriri tanpa bantuan dari seseorang.Di dalam dunia kerja manusia dapat bekerja sama dengan atasan maupun bawahannya secara saling terkait. Tidak ada atasan yang bisa bekerja sepenuhnya dengan tangannya sendiri walaupun sang atasan tersebut mengetahui seluk beluk perusahaan tetapi sang atasan tersebut tidak punya cukup waktu untuk menanganinya sendiri tanpa bantuan dari orang lain, yaitu bawahannya. Sedangkan sang bawahan tidak bisa bekerja tanpa perintah ataupun instruksi dari atasannya, walaupun bawahan bisa melakukan inisiatif melakukan tindakan tetapi dia tida punya wewenang tanpa persetujuan sang atasan.
Tugas atasan adalah memikirkan dan bertindak agar perusahaan itu tetap berdiri kokoh dan sedangkan bawahan yang melakukan tindakan apa yang telah sang atasan katakan. Maka dari itu bahwa manusia saling membutuhkan dalam hal ini adalah sebagai rekan kerja.

A. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Subjek / Subyek Penggunanya
1. Kebutuhan Individual / Individu / Pribadi
Kebutuhan individu adalah jenis kebutuhan yang dibutuhkan oleh orang perseorangan secara pribadi. Contohnya adalah sikat gigi, menuntut ilmu, sholat lima waktu, makan, dan banyak lagi contoh lainnya.
2. Kebutuhan Sosial / Kolektif
Kebutuhan sosial adalah kebutuhan akan berbagai barang dan jasa yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan sosial suatu kelompok masyarakat. Contohnya adalah dalam berbisnis ataupun rekan kerja.
Dalam hal ini kebutuhan manusia terhadap kerabat kerja termasuk dalam kebutuhan sosial manusia yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari hari.

B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja :
Manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya dengan baik, sehingga dicapai suatu hasil yang optimal, apabila diantaranya ditunjang oleh suatu kondisi lingkungan yang sesuai. Suatu kondisi lingkungan dikatakan baik atau sesuai apabila manusia dapat melaksanakan kegiatannya secara optimal, sehat, aman, dan nyaman. Ketidaksesuaian lingkungan kerja dapat dilihat akibatnya dalam jangka waktu yang lama. Lebih jauh lagi, Keadaan lingkungan yang kurang baik dapat menuntut tenaga dan waktu yang lebih banyak dan tidak mendukung diperolehnya rancangan sistem kerja yang efisien. Banyak faktor yang mempengaruhi terbentuknya suatu kondisi lingkungan kerja.
Berikut ini beberapa faktor yang diuraikan Sedarmayanti (2001:21) yang dapat mempengaruhi terbentuknya suatu kondisi lingkungan kerja dikaitkan dengan kemampuan karyawan, diantaranya adalah :
Penerangan/cahaya di tempat kerja
Temperatur/suhu udara di tempat kerja
Kelembaban di tempat kerja
Sirkulasi udara di tempat kerja
Kebisingan di tempat kerja
Getaran mekanis di tempat kerja
Bau tidak sedap ditempat kerja
Tata warna di tempat kerja
Dekorasi di tempat kerja
Musik di tempat kerja
Keamanan di tempat kerja

C. Motivasi
Motivasi yang mempengaruhi semangat dan kegairahan kerja sangat penting bagi suatu perusahaan agar dapt mencapai tujuannya. Menurut Alex.S.Nitisemito ( 2006 ) semangat kerja adalah “ melakukan pekerjaan secara lebih giat, sehingga dengan demikian pekerjaan akan dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik. Sedangkan kegairahan kerja adalah kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan”.
Menurut Gitosudarmo (1986: 77) motivasi atau dorongan kepada karyawan untuk bersedia bekerja sama demi tercapainya tujuan bersama atau tujuan perusahaan ini terdapat dua macam yaitu:
Motivasi finansial yaitu dorongan yang dilakukan dengan memberikan imbalan finansial kepada karyawan. Imbalan tersebut sering disebut Insentif;
Motivasi non finansial yaitu dorongan yang diwujudkan tidak dalam bentuk finansial, akan tetapi berupa hal-hal seperti pujian, penghargaan, pendekatan manusiawi dan lain sebagainya.
Teori Motivasi
Teori yang mendasarkan usaha pemberian motivasi kerja ada beberapa macam yaitu:
1) Teori Hierarkhi Kebutuhan (Need Heirarchi Theory)
Maslow (Gitosudarmo, 1986: 77) menyatakan bahwa kebutuhan manusia mengandung unsur bertingkat atau memiliki hierarkhi dari kebutuhan yang rendah sampai yang prioritas tinggi. Kebutuhan manusia yang paling dasar adalah kebutuhan fisik seperti makan, minum dan pakaian. Apabila kebutuhan dasar ini belum terpenuhi secara cukup maka kebutuhan tersebut akan menduduki hierarkhi yang tertinggi dan kebutuhan yang lain menduduki hierarkhi rendah. Adapun kebutuhan manusia terdiri dari beberapa tingkat dengan urutan sebagai berikut:
1) Fisik;
2) Rasa aman;
3) Sosial/ kemasyarakatan;
4) Penghargaan;
5) Aktualisasi diri.
Kebutuhan fisik adalah kebutuhan yang paling dasar yaitu kebutuhan yang berhubungan dengan biologis seperti makanan, minuman, pakaian dan papan tempat berteduh. Kebutuhan rasa aman adalah kebutuhan atas perlindungan dari gangguan fihak lain baik yang berasal dari manusia lain maupun dari makhluk lain seperti binatang buas dan sebagainya. Pemenuhan kebutuhan ini dapat berupa pemilikan alat-alat perlindungan, alat pertahanan diri, persenjataan, alat tanda bahaya, dan sebagainya. Kebutuhan rasa aman akan muncul setelah kebutuhan fisik terpenuhi.
Setelah kebutuhan urutan kedua yaitu kebutuhan akan rasa aman terpenuhi maka akan muncul kebutuhan urutan ketiga yaitu kebutuhan sosial. Kebutuhan sosial adalah berupa kebutuhan untuk bergaul dengan manusia lain atau anggota masyarakat yang lain. Kebutuhan ini dapat berupa memberi dan menerima rasa cinta kasih, rasa diterima dalam kelompok, rasa membutuhkan dan dibutuhkan, rasa berteman atau bekerja sama. Apabila kebutuhan urutan ketiga ini telah terpenuhi maka akan muncul kebutuhan berikutnya yaitu kebutuhan akan penghargaan diri (harga diri). Kebutuhan ini dapat berupa tuntutan atau keinginan untuk dianggap sebagai pimpinan yang baik, sekretaris yang baik, dosen yang rajin, karyawan yang berprestasi, mahasiswa teladan dan sebagainya.
Kebutuhan pada urutan terakhir adalah kebutuhan atas aktualisasi diri yaitu suatu kebutuhan untuk menunjukkan kepribadian khusus seseorang, dengan mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya. Kebutuhan ini dapat berupa keinginan seseorang untuk menghasilkan sesuatu yang dapat diakui oleh umum bahwa hasil karyanya sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat atau orang lain.
Dari beberapa urutan kebutuhan manusia tersebut di atas apabila kebutuhan yang paling dasar sudah terpenuhi maka kebutuhan tingkat berikutnya menjadi dominan dan kebutuhan yang lain akan menjadi kurang dominan atau pada hierarkhi yang rendah.

D. Di dalam membangun kerja sama maupun membangun keharmonisan dalam ruang kerja terhadap rekan kerja perlu diperhatikan hal hal sebagai berikut :
·  Utamakan kerjasama ketimbang persaingnan. Persaingan pasti ada dalam kerja sama dan dalam individu organisasi. Tetapi dalam mengutamakan kerja sama pasti akan lebih membantu kita, selain itu suasana kerja dan organisasi menjadi lebih menyenangkan dan bisa jadi persahabatan.
·  Belajar memperhatikan orang lain. Beri perhatian pada teman kita kan juga gak ada ruginya,karena dapat menjadikan kita tambah akrab dan malah-malah bisa jadi saudara. Pepatah mengatakan “ Mari kita baik terhadap satu sama lain karena sebagian besar diri kita sudah dalam perang besar”. Tingkatkan sensitif terhadap penderitaan orang lain dan belajar menyayangi mereka.
·  Terimalah keunikan dan perbedaan orang lain.Tak ada manusia yanng sempurna, dengan adanya perbedaan dan keunikan dari rekan atau teman kerja kita menjadiakn hubungan menjadi lebih seru dan warna-warni dalam hidup. Seperti pepatah Hongaria; Out side Hungary, no life you find and if you do its not our kind”.
·  Hal penting lainnya adalah jangan pelit untuk memberi pujian pada teman kita atas keberhasilan atau prestasinya, karena pada dasarnya manusia adalah mahluk yang suka dipuji.
·  Hati-hati dalam mengungkapkan perasaan negatif terutama masalah perasaan. Kita harus melihat kondisi psikologis teman kalau ingin memberi nasihat, kritik atau kita ingin curhat tentang masalah kita.
·  Jadilah seorang pendengar yang baik. Di saat teman butuh tempat mengungkapkan masalah atau butuh tempat untuk mencurahkan masalahnya jadilah seorang pendengar yang baik.

E. Prestsi Kerja
Lower dan Porter (1968) dalam Indra Wijaya (1989) menyebutkan bahwa prestasi kerja merupakan perpaduan antara motivasi dan kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan atau prestasi seseorang tergantung kepada keinginan untuk berprestasi dan kemampuan yang bersangkutan untuk melakukannya. Motif berprestasi merupakan salah satu dari tiga motif pada diri manusia dan secara lengkap menurut Robbins (1996), adalah motif berprestasi, motif untuk berafiliasi, dan motif untuk berkuasa. Disebutkan pula bahwa motif berprestasi tercermin pada orientasinya terhadap tujuan dan pengabdian demi tercapainya tujuan dengan sebaik-baiknya. Setiap pencapaian prestasi diikuti perolehan yang mempunyai nilai bagi karyawan yang bersangkutan, baik berupa upah, promosi, teguran, maupun atau pekerjaan yang lebih baik. Hal ini tentunya memiliki nilai yang berbeda bagi orang yang berbeda. Masalahnya adalah bagaimana atasan menghargai prestasi kerja para karyawan sehingga dapat memotivasi.Hal yang tidak kalah pentingnya terkait dengan prestasi kerja adalah siapa yang menilai sebab hasil penilaian yang tidak benar atau kesalahan dalam menilai akan menimbulkan masalah serius.
Di samping itu, dampaknya tidak memotivasi, tetapi justru akan menurunkan prestasi kerja karyawan. Untuk dapat meningkatkan prestasi kerja perlu diperhatikan faktorfaktor yang mempengaruhinya, yaitu motivasi, kepuasan kerja, tingkat stres, kondisi fisik pekerjaan, sistem kompensasi, aspek-aspek ekonomi, aspek-aspek teknis, dan perilaku lainnya (Martoyo, 2000).
Menurut Hasibuan (2002), faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja adalah kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan. Demikian pula menurut Lower dan Porter (1968) dalam Indra Wijaya (1989), faktorfaktor yang mempengaruhi prestasi kerja adalah motivasi dan kemampuan. Ada tiga faktor penting yang mempengaruhi prestasi kerja menurut Steers (1985), yaitu
1) kemampuan, kepribadian, dan minat kerja;
2) kejelasan dan penerimaan atas penjelasan peran seorang pekerja; dan
3) tingkat motivasi pekerjaan.
Dari beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi kerja di atas, faktor-faktor yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah motivasi kerja, kepuasan kerja, kondisi fisik pekerjaan, dan kemampuan kerja.


#WP-TI-6M42-10.240.0109-DENI WIRANTO
Reaksi:
Posted by deni wiranto On 9:42 PM No comments

0 komentar:

Post a Comment

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Visitor Online

Followers

visitor flag

free counters